<div itemprop="text">
<p>On <strong>June 5, 2025</strong>, the Informatics Engineering Program at Pamulang University (Unpam) successfully hosted a national seminar titled <strong>“The Future of Web Development: Building Generations of Skilled, Creative, and Competitive Programmers”</strong>. The event took place at the Darsono Auditorium, Viktor Campus, South Tangerang, with around <strong>7,000 participants</strong>—2,300 attending in person while the rest joined online!</p>
<p><strong>Seminar Topic: Web Development in the Digital Era</strong></p>
<p>The Head of the Informatics Engineering Department, Ahmad Musyafa, emphasized the importance of viewing web development beyond just creating websites, but also accommodating <strong>user experience</strong>, <strong>AI integration</strong>, and adapting to new technologies. Meanwhile, the Dean of the Faculty of Computer Science and Mathematics and Natural Sciences, Yan Mitha Djaksana, reminded students that technical skills should be complemented with <em>soft skills</em> such as writing, time management, and academic commitment.</p>
<p><strong>Who Were the Speakers?</strong></p>
<p>According to Media Sembilan sources:</p>
<ul>
<li><strong>Sandhika Galih</strong>: an academic, practitioner, and content creator—sharing insights on current web trends and how to become a creative programmer.</li>
<li><strong>Atang Susila</strong>: a lecturer-practitioner offering practical insights and updating skills relevant to the industry.</li>
</ul>
<p><strong>Why is This Seminar Important?</strong></p>
<ol>
<li><strong>Stay Updated on Web & AI Trends</strong> – Ensuring programmers do not fall behind.</li>
<li><strong>Combining Skills</strong> – Merging technical and interpersonal abilities to stay relevant.</li>
<li><strong>Personal Branding</strong> – Learning how to create a solid portfolio and stand out in the digital world.</li>
</ol>
<p><strong>Academic and Industry Collaboration</strong></p>
<p>The Sasmita Jaya Foundation, via the role of LPPM, fully supported this event. The Informatics Engineering Program was also actively involved in developing Unpam's internal applications and a technology incubation center—showcasing real synergy between academia and the industry.</p>
<p><strong>Quick Summary</strong></p>
<table>
<thead>
<tr>
<td><strong>Key Information</strong></td>
<td><strong>Details</strong></td>
</tr>
</thead>
<tbody WPAuto_Base_Readability="8">
<tr WPAuto_Base_Readability="2">
<td><strong>Seminar Theme</strong></td>
<td>The Future of Web Development</td>
</tr>
<tr WPAuto_Base_Readability="3">
<td><strong>Date & Location</strong></td>
<td>June 5, 2025, Darsono Auditorium – Unpam Viktor</td>
</tr>
<tr WPAuto_Base_Readability="2">
<td><strong>Participants</strong></td>
<td>Approximately 7,000 (2,300 offline + the rest online)</td>
</tr>
<tr WPAuto_Base_Readability="2">
<td><strong>Speakers</strong></td>
<td>Sandhika Galih & Atang Susila</td>
</tr>
<tr WPAuto_Base_Readability="5">
<td><strong>Key Focus Areas</strong></td>
<td>Trends in Web & AI, UX, blending hard and soft skills, personal branding</td>
</tr>
<tr WPAuto_Base_Readability="2">
<td><strong>Foundation & LPPM Support</strong></td>
<td>Collaboration for campus applications and the development of an IT incubation center</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>What is the Impact?</strong></p>
<p>This seminar served as a key platform for Unpam students to:</p>
<ul>
<li>Embrace the latest technological advancements.</li>
<li>Prepare for digital challenges ahead.</li>
<li>Strengthen connections with IT practitioners and the industry.</li>
</ul>
</div>
SB IPB University Jelajahi Hanyang University: Memperkuat Kolaborasi Global bagi Kemajuan Bangsa
Mahasiswa program doktoral Manajemen dan Bisnis (DMB 22) dari Sekolah Bisnis IPB University melakukan kunjungan akademik ke Universitas di Seoul, Korea Selatan, pada pertengahan Mei 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Perusahaan Internasional dan Paparan Langsung Manajemen dengan tema: “Lihatlah Korea: Fostering Research Study, memajukan pengembangan, memaksa kemitraan.”
Penyambutan & Eksplorasi Sejarah Kampus
Rombongan yang terdiri dari 17 mahasiswa disambut hangat oleh Jeeah Young dari Kantor Internasional Hanyang, yang memberikan pengenalan tentang sejarah universitas dan prestasi akademiknya. Mereka juga diajak mengunjungi Museum Sejarah Universitas Hanyang yang menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat menjadi penggerak kemajuan ekonomi dan sosial suatu negara.
Perspektif Global & Manfaat Pembelajaran
Menurut Prof. Dr. Hartoyo dosen pendamping, kunjungan ini memberikan perspektif worldwide yang tidak hanya sebatas teori, tetapi juga bukti nyata dari inovasi dan penerapan riset di dunia nyata. Sementara itu, Tri Raharjo (Ketua Mahasiswa DMB 22) menambahkan bahwa kunjungan ini memperluas wawasan mahasiswa dan memperkuat komitmen mereka dalam menghasilkan riset yang berdampak.
Kesimpulan: Makna Kunjungan ini
- Menegaskan Peran Kampus : Terlihat jelas keterlibatan kampus dalam memperkuat negara melalui peningkatan kualitas riset dan inovasi.
- Peningkatan Visi Global : Mahasiswa DMB memperkuat wawasan internasional mereka melalui interaksi langsung dengan institusi luar negeri.
- Mendorong Jaringan : Banyak jaringan yang terbentuk memiliki potensi untuk kolaborasi di masa depan.
Semoga pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi kampus-kampus lain untuk aktif menjalin kolaborasi internasional– bukan hanya di IPB, tetapi juga di kampus Anda!
Tim Sapuangin ITS: Meraih Hat-trick Juara Pertama di Shell Eco-Marathon 2025
Tim Sapuangin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil mengukir sejarah dengan memenangkan juara pertama selama tiga tahun berturut-turut di ajang Shell Eco -Marathon Asia Pasifik & Timur Tengah 2025 yang digelar di Lusail International Circuit, Qatar.
Mobil Andalan: Sapuangin XI EVO 4
- Dengan mengusung mobil bertipe Ide Urban Engine Pembakaran Internal (ICE) mereka berhasil mendominasi kategori on-track.
- Mencatat efisiensi yang luar biasa: 513 km/liter melampaui rekor sebelumnya yang “hanya” 482 km/liter.
Kemenangan Off‑Track & Pemrograman Otonom
Di samping kompetisi fisik, mereka juga meraih banyak penghargaan dalam kategori off-track:
- Juara 1 Car Style dan Juara 2 Informasi dan Telemetri
- Dalam kompetisi Pesaing program otonom (APC), Sapuangin juga dinobatkan sebagai juara pertama dengan mobil otonom yang memiliki algoritma paling efisien.
Overall Pencapaian Tahun 2025
| Kategori | Prestasi Tim Sapuangin |
| Ice on -track | Juara 1 Asia Pasifik & Timur Tengah |
| Efisiensi BBM | 513 km/liter (Rekor baru) |
| Gaya mobil | Juara 1 |
| Data & Telemetri | Juara 2 |
| Program otonom | Juara 1 |
Kunci Keberhasilan & Inovasi
- Pemanfaatan komposit karbon dari kayu bekas boks pada setir yang meningkatkan efisiensi dan mengurangi bobot.
- Kerja keras, ketekunan, dan dukungan dari ITS menjadi fondasi kesuksesan tim.
Dampak Lebih Besar
- Keberhasilan ini memperkuat reputasi ITS dan Indonesia di kancah internasional.
- Upaya mereka sejalan dengan Tujuan Kemajuan Berkelanjutan (SDG) — menargetkan energi bersih, inovasi industri, hingga produksi yang bertanggung jawab.
Garis Besar
Tim Sapuangin ITS:
- Membawa pulang gelar juara tiga tahun berturut-turut Dalam kategori ide es perkotaan,
- Memecahkan rekor efisiensi bahan bakar: 513 km/liter,
- Meraih prestasi gemilang di kategori off-track dan otonom,
- Menjadi inspirasi nyata bagi inovasi teknologi mahasiswa Indonesia.
.
Kepergian Alejandro Garnacho: Klub Beruntung Mana yang Akan Merekrut Bintang Muda Ini?
Masa depan Alejandro Garnacho kini telah menemukan kejelasan. Pemain muda berbakat dari Argentina ini memutuskan untuk meninggalkan Manchester United pada bursa transfer musim panas ini. Berita ini segera memanaskan pasar transfer, mengingat begitu banyak klub yang tertarik padanya!
Berdasarkan laporan media Inggris, baik pihak Garnacho maupun manajemen MU telah mencapai kesepakatan untuk berpisah secara damai. Keputusan ini dibuat setelah masa depan winger berusia 20 tahun tersebut dipertanyakan, menyusul komentar tajam dari manajernya, Ruben Amorim.
Pada sesi latihan di Carrington beberapa pekan menjelang akhir musim 2024/2025, Amorim sempat melontarkan sindiran: “Lebih baik dia berdoa agar ada klub yang mau mengambilnya.” Ucapan ini segera memicu kehebohan dan menjadi indikasi kuat bahwa Garnacho tidak termasuk dalam rencana Amorim untuk musim depan.
Dari segi finansial, MU memang membutuhkan fleksibilitas. Setelah memastikan Bruno Fernandes tetap bertahan, Setan Merah harus menjual beberapa pemain untuk lebih aktif di bursa transfer. Terlebih, mereka baru saja merekrut Matheus Cunha, yang secara otomatis membuka jalan kepergian bagi Garnacho.
Sementara itu, Garnacho juga membutuhkan klub baru yang dapat memberinya lebih banyak waktu bermain. Di usianya yang masih muda, mendapatkan kepercayaan penuh sangat penting untuk mengembangkan kariernya.
Berita baiknya: daftar peminat Garnacho ternyata sangat panjang! Dari Premier League sendiri, ada tiga klub yang disebut-sebut tertarik, salah satunya Chelsea, yang dikabarkan baru saja mengakhiri peminjaman Jadon Sancho dan sedang mencari opsi baru untuk posisi sayap.
Minat terhadap Garnacho juga datang dari luar Inggris. Bayer Leverkusen, yang kini dilatih mantan pelatih MU Erik ten Hag, dilaporkan tertarik. Ten Hag tentunya sangat mengenal kualitas Garnacho karena pernah bekerja sama langsung dengannya.
Dari Italia, Napoli pernah mencoba merekrut Garnacho pada Januari lalu, tetapi gagal mencapai kesepakatan soal harga. Sementara itu, dari Arab Saudi, klub kaya Al Nassr dikabarkan serius memantau situasi pemain tersebut.
Kesimpulan: Garnacho akan menjadi nama yang banyak diperbincangkan di bursa transfer musim panas 2025. Meskipun berpisah dari MU, kariernya dapat berkembang pesat jika bergabung dengan klub yang tepat.
Sepak Bola 4v4: Gaya Baru untuk Mengasah Kecemerlangan Bakat Muda Indonesia!
Pemuda Indonesia kini memiliki peluang menarik untuk mengasah bakat sepak bola mereka melalui format 4 lawan 4 meninggalkan permainan tradisional 11v11 yang membuat bola jarang disentuh. Format ini diperkenalkan melalui kompetisi perdana 4v4 Indonesia Cup 2025 yang digagas oleh legenda sepak bola Jepang, Keisuke Honda dan berlangsung di Stadion ASIOP, Jakarta.
Mengapa Memilih 4v4?
Menurut Honda, format ini memiliki berbagai keunggulan:
- Frekuensi Sentuhan Bola Lebih Tinggi : Dengan hanya 3 rekan setim, anak-anak lebih sering berinteraksi dengan bola.
- Pertandingan Singkat dengan Intensitas Tinggi : Setiap laga berlangsung selama 10 menit, memaksa anak-anak bermain dalam pace cepat tanpa banyak waktu istirahat.
- Mendorong Kemandirian dan Kepintaran di Lapangan : Tanpa kehadiran pelatih atau orang tua di tepi lapangan, anak-anak harus berpikir mandiri dan berkolaborasi dalam tim.
Rincian Turnamen
- Diiikuti oleh 24 tim U‑11 dari berbagai daerah.
- Diterapkan aturan seperti shot‑clock 20 detik, zona skor, dan reboot cepat.
- Turnamen ini juga menjadi ajang seleksi untuk wakil Indonesia dalam 4v4 Asia Cup 2025 di Jepang.
Siapa yang Menjuarai?
Charet’s Kabupaten Bandung berhasil meraih gelar juara dan akan mewakili Indonesia dalam Asia Cup di Tokyo pada bulan Agustus mendatang.
Pendapat Honda & Sponsor
- Honda menilai format ini berhasil membuat para pemain bermain dengan intensitas tinggi dari awal:
“Pemain muda perlu menyentuh bola setiap beberapa detik … 10 menit itu sangat singkat, jadi mereka bermain dengan intensitas yang tinggi”.
- Wakil Presiden J Trust Bank Indonesia, Masayoshi Kobayashi, menekankan nilai edukasi dari olahraga:
“Sepak bola adalah media pembelajaran hidup … semangat tangguh, sportif, dan percaya diri”.
Kesimpulan
Format 4v4 ini merupakan cara baru yang efektif untuk meningkatkan kualitas teknik, pemikiran, dan karakter anak-anak. Mereka mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk menyentuh bola, menjadi lebih mandiri, dan belajar bekerja sama dengan cepat. Ke depannya, format ini memiliki potensi besar sebagai design pembinaan usia dini di Indonesia!
Paes vs. Audero: Menentukan Penjaga Gawang Garuda di Negeri Sakura
Pertandingan di antara Indonesia National Group dan Jepang pada Suita City Arena Pada 10 Juni 2025, menarik perhatian besar. Selain dari kesempatan yang signifikan ini, ada juga perselisihan ekstrem di sekitar Prakiraan kiper utama : akan Maarten Paes atau Emil berani mulai?
Latar belakang pertempuran kiper
- Emil berani bersinar sepanjang peluncurannya dengan Indonesia National Group versus Cina (5 Juni 2025). Peluncurannya membuat a lembar rapi dan banyak konservasi vital, meskipun ia tampak khawatir pada awal pertandingan.
- Maarten Paes mengingat bahwa dinaturalisasi pada bulan April 2024, sebenarnya telah menjadi pilihan pertama. Dia bermain dalam 6 pertandingan dengan Garuda dan 2 lembar rapi yang direkam. Di level klub, Paes tetap menjadi penjaga gawang utama untuk FC Dallas di MLS.
Pesaing dan teknik pelatih yang ketat
Pelatih Patrick Kluivert Berurusan dengan pilihan yang sulit: Memilih di antara Audero, yang ‘dalam tipe’ setelah peluncuran yang efektif, atau PAES, yang memiliki pengalaman yang lebih konstan. Pilihan ini akan dipengaruhi oleh:
- Desain Bermain Grup Lawan – Jepang menggunakan serangan cepat; Pelatih mungkin condong ke arah penjaga gawang dengan refleks yang tajam.
- Kondisi yang ada dan kesiapan psikologis – Efisiensi dalam pelatihan dan kesiapsiagaan psikologis Audero dan PAE akan menjadi faktor penting untuk dipertimbangkan.
Lineup yang diprediksi
According to SINDOnews, Emil berani kemungkinan besar akan dimulai besok, setelah sangat masuk ke barisan dengan efisiensinya versus Cina. Namun demikian, banyak ahli dan outlet media lainnya berpikir Maarten Paes masih akan dipertahankan sebagai penjaga gawang utama, mengingat sejarah dan stabilitas kinerjanya.
Kesimpulan & sudut pandang segar
- Jika Goncangan berfokus pada jenis dan momentum pasca-debut, Hadirin kemungkinan akan berada di bawah bar.
- Namun demikian, jika itu adalah teknik yang tahan lama, maka Paes dengan pengalamannya yang lebih tinggi, dapat tetap menjadi pilihan utama.
- Jadi, perhatikan lineup utama sebelum pertandingan dimulai.
9 Sekolah Kedinasan di Jabodetabek: Jalur Cepat Menjadi CPNS!
Salah satu cara cepat menjadi CPNS selain melalui jalur CASN adalah dengan menempuh pendidikan di sekolah kedinasan yang memiliki ikatan dinas. Di wilayah Jakarta dan sekitarnya (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), terdapat sejumlah kampus yang dapat mempermudah kamu untuk menjadi PNS setelah lulus. Simak daftar 9 sekolah kedinasan terbaik di Jabodetabek berikut ini!
- Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN
- Dikelola oleh Kementerian Keuangan, kampus ini menjadi favorit banyak pelajar karena pendidikan yang diberikan gratis dan lulusannya dapat langsung ditempatkan di kementerian atau instansi pemerintah lain.
- Politeknik Statistika (IMS)
- Dibawah naungan BPS, berlokasi di Jatinegara, Jakarta Timur. Menyediakan jurusan DIII/DIV Statistika & Komputasi. Lulus langsung menjadi CPNS melalui ikatan dinas.
- Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)
- Terkenal dan terletak di Jakarta Selatan (kampus regional). Lulusan otomatis menjadi CPNS di Kemendagri.
- Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP)
- Berada di bawah Kemenhub, terletak di Cilincing, Jakarta Utara. Menyediakan jurusan Nautika, Teknika, dll. Lulus langsung menjadi CPNS.
- Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi & Geofisika (STMKG)
- Dikelola oleh BMKG, terletak di Bintaro (Tangerang Selatan). Setelah kuliah, siap menjadi CPNS di BMKG.
- Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)
- Dibawah naungan BIN, kampus berada di Bogor. Tersedia asrama dan kuliah gratis, langsung menjadi CPNS.
- Politeknik Imigrasi (Poltekim) & Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip)
- Dua kampus di Depok ini berada di bawah naungan Kemenkumham. Setelah lulus, siap menjadi CPNS dan ditempatkan di Imigrasi atau Pemasyarakatan.
- Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN)
- Terletak di Ciseeng, Bogor, di bawah BSSN. Siap menjadi ahli keamanan siber dan langsung menjadi CPNS.
- Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) – Kembali muncul, namun kali ini sebagai plat merah (Informasi tambahan ditegaskan sama Kemenhub).
Mengapa Memilih Sekolah Kedinasan Ini?
- Bebas! Kamu tidak perlu membayar biaya kuliah karena sepenuhnya dibiayai oleh negara.
- Jaminan CPNS! Lulusan langsung menjadi calon pegawai negeri tanpa harus mengikuti seleksi CPNS biasa.
- Prospek Karier Jelas sejak awal sudah masuk ke lingkungan kementerian/lembaga negara.
Tips Sebelum Mendaftar:
- Cek ikatan dinas – Pastikan kampus pilihanmu memberikan status CPNS langsung.
- Persiapkan passing grade – Beberapa kampus seperti STAN atau STIS memerlukan nilai yang tinggi.
- Pahami tes fisik – Kampus seperti Poltekip, Poltekim, dan sejenisnya biasanya memiliki tes kesamaptaan.
- Pantau jadwal pendaftaran – Pendaftaran biasanya dibuka sekitar April–Mei setiap tahun.
10 Jurusan Terfavorit di Jepang: Dari Animasi hingga Teknik Kimia
Ingin melanjutkan pendidikan sambil merencanakan karier di Jepang? Saat ini, Jepang sedang membuka banyak peluang bagi talenta asing, termasuk lulusan dari Indonesia. Berikut adalah 10 jurusan kuliah yang sangat dibutuhkan di Jepang — persiapkan diri Anda untuk meraih karier worldwide!
- Animasi
Penggemar manga & anime? Jurusan Animasi di Jepang menantikan kreator baru. Anda akan belajar membuat karakter, story-board, hingga efek visual. Peluang karier? Mulai dari animator, principle artist, hingga art director di studio-studio ternama.
- Ilmu Komputer
Negara ini membutuhkan banyak pengembang dalam robotika dan AI! Pelajari coding, keamanan siber, hingga artificial intelligence. Setelah lulus, Anda bisa bekerja sebagai software application engineer, information expert, atau AI professional.
- Keperawatan
Dengan populasi lansia yang tinggi, Jepang sangat memerlukan perawat asing. Studi meliputi ilmu keperawatan lanjutan dan komunikasi pasien. Gaji di bidang ini juga terkenal kompetitif.
- Teknik Elektro
Dari microchip hingga robotic humanoid, semuanya membutuhkan insinyur elektro. Anda akan mempelajari desain sirkuit, mikrokontroler, dan sistem tenaga listrik– semua ini membuka jalan ke perusahaan besar seperti Panasonic atau Mitsubishi.
- Perikanan
Dengan garis pantai yang panjang dan budaya seafood, ahli perikanan selalu dicari. Fokusnya adalah biologi laut, akuakultur, dan manajemen sumber daya laut secara berkelanjutan.
- Teknik Mesin
Di balik dominasi Toyota, Honda, hingga industri robotik terdapat lulusan Teknik Mesin. Anda akan mendalami CAD, termodinamika, hingga proses manufaktur contemporary.
- Pertanian
Lahan sempit bukan masalah– Jepang ahli dalam smart-farming dan pertanian vertikal. Di sini, Anda akan belajar hidroponik, IoT pertanian, hingga agribisnis futuristik.
- Ilmu Gizi
Warga Jepang dikenal sehat– berkat ahli gizi di balik layar. Anda akan mendalami nutrisi, diet plan, hingga riset pangan fungsional.
- Teknik Sipil
Di negara yang rawan gempa, dibutuhkan insinyur sipil yang memahami konstruksi tahan bencana. Materi yang dipelajari meliputi struktur, geoteknik, dan rekayasa lingkungan.
- Teknik Kimia
Dari baterai mobil listrik hingga bio-pharma, industri Jepang membutuhkan insinyur kimia. Anda akan mempelajari proses industri, reaksi kimia, dan pengendalian kualitas.
Mengapa Pilih Jurusan Ini?
- Pekerjaan yang luas — Industri Jepang aktif merekrut tenaga asing yang kompeten.
- Gaji & Tunjangan Menarik — Standar upah insinyur atau tenaga medis di Jepang terkenal tinggi.
- Teknologi Canggih — Belajar di negara yang menjadi pelopor inovasi.
Tips Persiapan
- Pelajari Bahasa Jepang very little N3 agar mudah beradaptasi.
- Cari Beasiswa (MEXT, JASSO, LPDP) untuk meringankan biaya.
- Ikuti Program Magang — Banyak kampus di Jepang yang menawarkan kesempatan magang industri.
Ricky Kambuaya: Genius Cerdas di Lapangan Hijau
Ricky Richardo Kambuaya kembali mencuri perhatian setelah tampil impresif saat Timnas Indonesia mengalahkan China di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, di balik keterampilan dan ketangguhannya di lapangan, Ricky juga memiliki prestasi akademik yang mengagumkan!
Pendidikan Sarjana: Dari Teknik Sipil ke Ekonomi Pembangunan
- Ricky memulai pendidikan sarjananya di jurusan Teknik Sipil Dari Universitas Muhammadiyah Sorong (Unimuda) sekitar tahun 2014. Setelah sempat mengambil jeda, ia berhasil menyelesaikan studinya.
- Kemudian, ia melanjutkan studi di Sekolah Menengah Ilmu Ekonomi Bukit Olive jurusan Ekonomi Pembangunan dan lulus sekitar tahun 2019– 2020.
Pendidikan Pascasarjana: Magister Ilmu Manajemen
Pada Juni 2024 Ricky mendapatkan beasiswa S2 Magister Ilmu Manajemen di Unimuda Sorong, menunjukkan dedikasinya yang tinggi terhadap pendidikan meskipun sibuk dengan latihan dan pertandingan.
Di Lapangan dan di Kelas: Menyeimbangkan Dua Dunia
- Di Timnas dan klub seperti Dewa United, Persib, dan Persebaya, Ricky dikenal sebagai gelandang yang enerjik, kreatif, dan berperan penting.
- Rekan dan pelatihnya mengakui bahwa meski “pendiam di luar,” Ricky Luar biasa di dalam lapangan.
Alasan Mengapa Kisahnya Menginspirasi
- Tidak Hanya Andalan Lapangan — Ricky membuktikan bahwa prestasi akademik bisa berjalan seiring dengan karier olahraga yang sukses.
- Teladan bagi Pemuda — Memasukkan pendidikan tinggi di tengah karier tingkat nasional bukan hal mudah, namun ia berhasil melakukannya.
- Design Atlet-Cendekia — Menjadi panutan bagi generasi muda yang bercita-cita sukses di dua bidang.
Rangkuman Singkat
| Tingkat Pendidikan | Institusi & Jurusan | Tahun Selesai |
| S1 Teknik Sipil | Unimuda Sorong | Sekitar 2017– 2018 |
| S1 Ekonomi Pembangunan | Ste Bukit Olive | 2019– 2020 |
| S2 Ilmu Manajemen | Unimuda Sorong | Dimulai 2024( beasiswa penuh) |
Perjuangan Frida Hertiza: Meraih Prestasi Tertinggi di UNY dengan IPK 3,97!
Frida Hertiza Dewi mencapai prestasi luar biasa sebagai lulusan terbaik orgasm laude pada Wisuda UNY Mei 2025 dengan IPK mendekati sempurna, 3,97 , dalam waktu hanya 3,5 tahun.
Awal Perjalanan: Memasuki UNY Lewat Jalur SNBP di Tengah Kesulitan Keluarga
Frida diterima melalui jalur SNBP (SNMPTN) ketika keluarganya sedang berduka atas kehilangan kakek dan mengalami kesulitan ekonomi. Ia sempat ingin mengajukan beasiswa KIP Kuliah, namun terhalang karena ibunya merupakan seorang PNS.
Aktif dan Produktif Selama Masa Kuliah
Selama kuliah, Frida aktif terlibat dalam berbagai kegiatan mahasiswa dan kepanitiaan. Memasuki term 4-- 5, ia mulai bekerja paruh waktu sebagai admin toko online. Meskipun berisiko menurunkan IPK, Frida berani menantang dirinya untuk mendapatkan pengalaman. Menurutnya, "IPK adalah harga diri dan tanggung jawab," sehingga ia selalu disiplin mengatur waktu antara kuliah dan pekerjaan.
Kampus Mengajar dan Magang Mandiri
Di term 6, Frida lolos Program Kampus Mengajar dan bertugas di SDN Nyaen 2 Pandowoharjo, Sleman. Salah satu momen yang membanggakannya adalah ketika ia bisa memberikan hadiah sederhana kepada ibunya dari honor program tersebut. Setelah gagal dalam MSIB, ia tidak menyerah, melainkan memilih magang mandiri di Dinas DIKPORA DO IT YOURSELF. Meski harus melalui perjalanan panjang dan proses yang melelahkan, Frida berhasil menyelesaikan ini sambil mengerjakan skripsi dan penelitian.
Mendapatkan Internship di Perusahaan Teknologi Terkemuka
Baru-baru ini, Frida diterima sebagai magang di PT Widya Inovasi Indonesia , yang ia anggap sebagai hasil dari kerja kerasnya setelah gagal di MSIB. Frida merasa internship ini membantu mempersiapkannya untuk memasuki dunia profesional.
Pesan Inspiratif dari Frida
"Perjuangan bukan soal seberapa hebat, tapi soal tetap melangkah meski ragu, tetap berusaha meski lelah, dan tetap percaya meski belum tahu kemana ..."
Frida menekankan bahwa kesuksesan bukan hanya bagi mereka yang pintar, tetapi untuk mereka yang tidak berhenti mencoba setiap hari
Rangkuman Singkat
Aspek
Information
IPK
3,97-- lulusan terbaik UNY Mei 2025
Durasi Studi
3 tahun 6 bulan
Jalur Masuk
SNBP/SNMPTN
Aktivitas Non-akademik
Admin toko online, kepanitiaan, Kampus Mengajar, magang DIKPORA DO IT YOURSELF, internship di PT Widya Inovasi Indonesia
Alasan Ceritanya Layak Jadi Inspirasi:
- Ketangguhan psychological -- tetap bersemangat di tengah kehilangan dan kesulitan ekonomi.
- Manajemen waktu yang baik -- mampu menyelesaikan kuliah lebih cepat sambil bekerja.
- Semangat pantang menyerah -- tetap berusaha meski gagal di MSIB, dan mencari peluang lain.
- Investasi masa depan -- mendapatkan pengalaman dari internship di perusahaan teknologi terkemuka sebagai modal karier.
.